Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 2026 dengan sejumlah penyesuaian teknis dalam pola distribusi dan penyajian menu. Keputusan ini diambil setelah Kementerian Agama menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026.
Berdasarkan keterangan resmi Badan Gizi Nasional (BGN), pelaksanaan MBG selama bulan suci akan menyesuaikan kondisi serta karakteristik penerima manfaat di masing-masing daerah.
Skema Distribusi MBG Selama Ramadan
BGN menjelaskan bahwa mekanisme pembagian makanan akan berbeda sesuai mayoritas penerima manfaat di wilayah tersebut.
Untuk peserta didik di sekolah yang mayoritas menjalankan ibadah puasa, makanan tetap dibagikan pada jam sekolah. Namun, makanan tersebut tidak dikonsumsi saat itu juga, melainkan dibawa pulang untuk disantap saat waktu berbuka.
Sementara itu, di wilayah yang mayoritas penerima manfaatnya berpuasa, MBG dapat disalurkan dalam bentuk makanan kemasan sehat. Skema ini dipilih guna menjaga kualitas makanan hingga waktu berbuka sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan pangan.
Di daerah yang mayoritas masyarakatnya tidak menjalankan puasa, pelaksanaan MBG tetap berjalan seperti hari biasa tanpa perubahan jadwal maupun mekanisme.
Khusus di lingkungan pesantren, makanan dibagikan menjelang waktu berbuka puasa. Untuk pesantren dan sekolah berasrama (boarding school) muslim, proses pengolahan makanan dilakukan pada siang hari dan disajikan saat berbuka. Waktu distribusi dapat disesuaikan berdasarkan koordinasi antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan PIC satuan pendidikan masing-masing.
Adapun penerima manfaat seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap menerima layanan secara normal. Balita tidak memiliki kewajiban berpuasa, sehingga tidak ada perubahan jadwal pembagian untuk kelompok tersebut.
Untuk wilayah dengan kekhususan seperti Provinsi Aceh dan Sumatera Barat, SPPG diminta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kearifan lokal, adat istiadat, kebiasaan, serta ketentuan hukum yang berlaku di daerah tersebut.
Jadwal Distribusi MBG Ramadan 2026
Ketentuan jadwal pelaksanaan MBG selama Ramadan tertuang dalam Surat Edaran Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M serta Libur Imlek 2026.
Dalam edaran tersebut ditegaskan bahwa program tetap dilaksanakan sepanjang Ramadan, namun terdapat penghentian sementara pada awal masa puasa.
Distribusi MBG tidak dilakukan pada 18 hingga 22 Februari 2026. Penyaluran kembali dilakukan secara serentak mulai 23 Februari 2026.
“Pada awal Ramadan yaitu hari Rabu, tanggal 18 Februari 2026 sampai dengan hari Minggu, tanggal 22 Februari 2026 tidak dilakukan pendistribusian MBG. Pendistribusian MBG pada bulan Ramadan secara serempak dimulai pada hari Senin, 23 Februari 2026,” demikian bunyi poin 10b dalam surat edaran tersebut.
Dengan demikian, pelaksanaan MBG selama Ramadan tetap berjalan, namun diawali dengan jeda distribusi selama lima hari.
Ketentuan Menu MBG Selama Ramadan
Selain penyesuaian jadwal, BGN juga mengatur ketentuan khusus terkait menu yang disajikan selama Ramadan. Menu yang dibagikan tidak dianjurkan berupa makanan yang cepat basi, bercita rasa pedas, atau berpotensi menimbulkan insiden keamanan pangan.
Penerima manfaat akan memperoleh paket makanan dalam kemasan sehat. Menu tersebut tidak menggunakan produk pabrikan ultra processed food (UPF).
UPF merupakan produk pangan yang melalui proses industri panjang dengan penambahan zat aditif seperti pengawet, pewarna, dan perasa buatan. Produk jenis ini umumnya dirancang agar tahan lama, siap santap, dan praktis dikonsumsi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebutkan sejumlah rekomendasi menu yang dapat digunakan selama Ramadan.
“Rekomendasi menu untuk makanan kemasan meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional) dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat,” kata Dadan Hindayana.
Ia menegaskan bahwa standar keamanan pangan dan mutu gizi tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG selama Ramadan.
Komitmen Keberlanjutan Program
Penyesuaian teknis selama Ramadan menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan program MBG tanpa mengabaikan aspek keagamaan dan sosial masyarakat.
Program ini tetap diarahkan untuk memastikan kelompok rentan, terutama peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, memperoleh asupan gizi yang memadai. Dengan pengaturan jadwal serta menu yang lebih adaptif, pemerintah berharap MBG tetap berjalan optimal sepanjang bulan suci.
Melalui koordinasi lintas sektor dan penyesuaian berbasis kondisi daerah, pelaksanaan MBG Ramadan 2026 diharapkan tetap aman, tertib, dan tepat sasaran.