Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kepala daerah kini memiliki wewenang penuh sebagai “komandan” wilayah dalam mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak main-main, BGN mempersilakan kepala daerah untuk merekomendasikan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang membandel.
Ketegasan ini disampaikan Nanik dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program MBG di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026). Dasar hukum penguatan peran daerah ini tertuang dalam Keppres Nomor 28 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 115 Tahun 2025.
Pengawasan Ketat dan Safari Dapur
Nanik meminta para Bupati, Walikota, hingga perangkat kecamatan dan kelurahan untuk terjun langsung meninjau dapur MBG, terutama di momentum Ramadan ini.
“Sebelum menu diunggah, Bapak/Ibu bisa cek langsung ke dapur saat Safari Ramadan. Pastikan sesuai standar atau tidak,” ujar Nanik. Langkah ini diambil karena keterbatasan personel Deputi Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN yang hanya berjumlah 70 orang untuk mengawasi ribuan dapur di seluruh Indonesia.
Sanksi Tegas: Tak Ada IPAL, Tutup!
Dalam sesi tanya jawab, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyoroti adanya dapur yang tidak memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Menanggapi hal tersebut, Nanik memberikan instruksi yang sangat keras.
“Tutup! Kalau tidak punya IPAL, tutup saja. Kami tidak hanya menambah jumlah dapur di tahun 2026, tapi juga meningkatkan kualitasnya,” tegas Nanik.
Wajib Serap Pangan Lokal
Selain masalah sanitasi, BGN mewajibkan setiap SPPG menyerap bahan pangan dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal. Nanik mengingatkan bahwa berdasarkan Perpres 115 Tahun 2025, pengadaan bahan pangan harus mengikuti hierarki wilayah:
- Lingkungan sekitar dapur/desa.
- Kecamatan setempat.
- Antar-kecamatan dalam satu kabupaten.
- Antar-kabupaten (Hanya jika stok di seluruh kabupaten benar-benar kosong).
“Selama di kabupaten tersebut masih ada peternakan ayam, tidak boleh ambil dari daerah lain. Jika ada laporan SPPG tidak menyerap produksi lokal, hari itu juga akan kami suspend. Menutup dapur adalah bagian dari pekerjaan saya untuk menjaga kualitas,” pungkas mantan jurnalis senior tersebut.