900 Penjamah Makanan di Yogyakarta Ikuti Bimtek untuk Jamin Keamanan Pangan Program MBG

Pemerintah terus memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan serta percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang berlangsung pada 7–8 Maret 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di delapan wilayah Kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG), yaitu KPPG Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Sleman, Surabaya, dan Jember. Setiap lokasi kegiatan diikuti sekitar 500 peserta per hari yang berasal dari berbagai unsur pelaksana program MBG.

Para peserta terdiri dari kepala SPPG, mitra atau yayasan pengelola, pengawas gizi, asisten lapangan (aslap), hingga juru masak yang terlibat langsung dalam proses penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Yogya Hadirkan 900 Peserta

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kegiatan Bimtek digelar di Eastparc Hotel dan diikuti sekitar 900 peserta. Para peserta merupakan perwakilan dari berbagai SPPG, relawan, serta mitra atau yayasan yang selama ini berperan aktif dalam penyaluran program MBG sekaligus mengikuti proses sertifikasi SPPG.

Bimtek ini dirancang untuk memperkuat pemahaman para penjamah makanan dalam menerapkan standar higiene dan sanitasi pangan. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan mempercepat proses penerbitan SLHS bagi dapur-dapur SPPG yang menjadi bagian penting dalam implementasi program MBG.

Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap tenaga yang terlibat dalam pengolahan makanan dapat memastikan kualitas makanan tetap aman, higienis, dan memenuhi standar kesehatan bagi para penerima manfaat.

Pemerintah Tekankan Pentingnya Standar Keamanan Pangan

Kegiatan Bimtek dibuka secara hybrid oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyediaan makanan bergizi merupakan hak seluruh anak di Indonesia, sehingga kualitas layanan penyediaan makanan harus dijaga secara serius.

“Pelaksanaan bimbingan teknis ini sangat strategis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi nasional melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan,” katanya.

Menurut Sony Sonjaya, Program MBG saat ini berkembang pesat dengan keterlibatan masyarakat yang semakin luas. Hal tersebut tercermin dari berdirinya lebih dari 25 ribu unit SPPG di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagian besar unit tersebut bahkan diinisiasi oleh mitra atau yayasan dari masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.

Penguatan SDM Dapur SPPG Jadi Prioritas

Dengan jumlah SPPG yang terus bertambah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang bekerja di dapur SPPG menjadi langkah yang sangat penting. Pemerintah menilai penguatan kompetensi para penjamah makanan akan membantu menjaga kualitas makanan sekaligus memastikan standar keamanan pangan tetap terpenuhi.

Sony Sonjaya menambahkan bahwa pelatihan penjamah makanan kembali dilaksanakan setelah sempat terhenti dalam beberapa waktu terakhir.

“Pelatihan penjamah makanan ini merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dengan SLHS, kegiatan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau produksi makanan bergizi dapat dilaksanakan di tempat yang sarana dan prasarananya telah terjamin kebersihan dan kesehatannya. Oleh karena itu, sertifikat ini disebut laik higiene sanitasi,” pungkasnya.

Dorong Standar Higiene dan Sanitasi Dapur MBG

Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan salah satu standar penting yang harus dipenuhi oleh dapur SPPG. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa tempat produksi makanan telah memenuhi persyaratan kebersihan, kesehatan, serta keamanan pangan.

Dengan adanya sertifikasi tersebut, diharapkan proses produksi hingga distribusi makanan dalam Program MBG dapat berjalan dengan lebih aman dan terjamin kualitasnya.

Selain meningkatkan kualitas layanan makanan bergizi, kegiatan Bimtek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sistem pengawasan serta memastikan seluruh dapur MBG mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan.

Melalui pelatihan yang berkelanjutan dan peningkatan kompetensi tenaga dapur, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima utama program tersebut.

Scroll to Top