Uncategorized

Keracunan Puding UMKM
Uncategorized

Diduga Keracunan Puding UMKM, 25 Siswa di PPU Alami Gejala Mual dan Muntah

PENAJAM PASER UTARA â€“ Sebanyak 25 siswa di Penajam Paser Utara (PPU) dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi puding yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produk tersebut diketahui berasal dari salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menjadi penyedia makanan. Kronologi Kejadian Peristiwa ini bermula saat para siswa mengonsumsi paket makan siang yang menyertakan puding sebagai hidangan penutup. Tak lama setelah mengonsumsi camilan tersebut, puluhan siswa mulai mengeluhkan gejala serupa, di antaranya: Pihak sekolah segera melakukan tindakan pertolongan pertama dan melaporkan kejadian tersebut kepada dinas terkait untuk penanganan medis lebih lanjut. Langkah Penanganan dan Investigasi Menanggapi insiden ini, otoritas setempat telah mengambil langkah cepat guna memastikan keselamatan para siswa dan mencari penyebab pasti kontaminasi. “Sampel makanan, khususnya puding yang diduga menjadi penyebab utama, telah diamankan untuk diuji di laboratorium,” ujar perwakilan pihak terkait. Beberapa poin penting dalam investigasi saat ini meliputi: Dampak pada Program MBG Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis. Pengawasan terhadap rantai pasok makanan dari UMKM kini diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang di sekolah lain.

defiyan cori
Uncategorized

Ratusan Pelajar di Dairi Diduga Keracunan MBG, Ekonom Konstitusi Desak Evaluasi Pola Kelola

DAIRI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ratusan pelajar di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal pada Senin (10/2/2026). Sebanyak 159 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta HKBP Sidikalang terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi paket makanan dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, dan gangguan pencernaan beberapa jam setelah menyantap menu yang dibagikan. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi di berbagai daerah, memicu kritik tajam mengenai standar keamanan pangan dan mekanisme distribusi program. Kritik Ekonom Konstitusi: “Serahkan ke Daerah, Jangan Proyek Pusat” Menanggapi peristiwa ini, Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, memberikan catatan kritis. Meski mengakui bahwa substansi program MBG sangat baik untuk peningkatan gizi anak bangsa, ia menilai cara pengelolaannya saat ini masih keliru dan rentan masalah. “MBG adalah program yang baik, tapi menurut saya cara pengelolaannya yang salah. Jika ingin meningkatkan gizi anak bangsa secara efektif, serahkan pengelolaannya ke daerah,” ujar Defiyan Cori di Jakarta, Rabu (11/2/2026). Cori menekankan beberapa poin penting dalam evaluasi program MBG: Evaluasi Objektif Demi Keberhasilan Program Defiyan Cori berharap pemerintah mau melakukan evaluasi secara objektif dan transparan. Ia mengingatkan agar para akademisi dan masyarakat tetap rasional dalam mengawal kebijakan pemerintah. “Janganlah sampai kita yang rasional terdidik justru menjadi pendukung buta. Katakan SALAH jika memang salah, dan akui BENAR jika memang benar. Evaluasi komprehensif sangat dibutuhkan agar program ini berjalan sesuai harapan Presiden dan rakyat,” pungkasnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan investigasi mendalam mengenai penyebab pasti keracunan serta melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan di laboratorium.

Scroll to Top