BGN Wajibkan Dapur MBG Kantongi Sertifikat SLHS, Operasional SPPG Bisa Dihentikan
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa seluruh mitra dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Apabila kewajiban tersebut tidak segera dipenuhi, BGN tidak segan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penegasan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan dan Percepatan Sertifikasi SLHS wilayah KPPG Bandung yang diselenggarakan Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II di Bandung, Sabtu (7/3/2026). Sony mengatakan, BGN telah menginstruksikan seluruh Koordinator Satuan Pelayanan Bergizi (KSPBG) untuk segera mengingatkan mitra dapur agar mengurus sertifikat tersebut melalui dinas kesehatan setempat. “Apabila 30 hari daftar saja belum, maka BGN akan suspend atau hentikan operasional SPPG,” kata Sony. Pengawasan Lapangan Terus Dilakukan Menurut Sony, pengawasan terhadap dapur MBG terus dilakukan melalui inspeksi langsung di lapangan. Hingga pemeriksaan terakhir, ribuan dapur SPPG telah menjalani proses pengecekan oleh tim pemantauan dan pengawasan. Ia mengungkapkan bahwa sampai saat ini sebanyak 25.061 SPPG telah diperiksa oleh jajaran Direktorat Pemantauan dan Pengawasan BGN. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh dapur memenuhi standar higiene sanitasi serta kelayakan fasilitas produksi makanan. “Langsung di sana diketahui ada beberapa SPPG yang tidak memenuhi persyaratan. Baru kemudian langsung diberi SP, surat peringatan kesatu, surat peringatan kedua, dan ada juga yang langsung dihentikan,” ujarnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang disediakan dalam program MBG aman dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat utama. Temuan Fasilitas Tidak Layak Sony juga mengungkapkan bahwa dalam sejumlah inspeksi lapangan, pihaknya masih menemukan dapur yang belum memenuhi standar sanitasi dan kelayakan operasional. Bahkan dalam beberapa kasus, operasional dapur langsung dihentikan setelah ditemukan kondisi yang tidak memenuhi syarat. “Contoh pada waktu saya langsung datang ke satu tempat di satu Provinsi, melihat sarana prasarana ini benar-benar memang tidak layak dan langsung saat itu juga dihentikan, karena memang saranannya betul-betul tidak layak,” katanya. Ia menjelaskan bahwa tim pengawas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek fasilitas dapur, mulai dari sistem ventilasi hingga pengolahan limbah. “Kita cek itu dari mulai sirkulasi udara, suhu ruangan seperti apa pada saat produksi, termasuk ipalnya. Ipal, ada yang IPAL hanya berupa septic tank,” sambung Sony. Menurutnya, kondisi tersebut tidak memenuhi standar sanitasi dapur yang seharusnya diterapkan dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Standar Keamanan Pangan Jadi Prioritas BGN menegaskan bahwa penerapan standar higiene sanitasi menjadi syarat mutlak dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sertifikat SLHS sendiri merupakan bukti bahwa suatu fasilitas pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan sesuai ketentuan pemerintah. Dengan adanya sertifikasi ini, dapur MBG diharapkan mampu menjaga kualitas makanan, mulai dari proses produksi hingga distribusi kepada penerima manfaat. Pemerintah menilai bahwa keberadaan dapur yang memenuhi standar higiene sanitasi akan sangat menentukan keberhasilan program MBG, terutama dalam mencegah potensi keracunan makanan atau masalah kesehatan lainnya. Dorong Mitra Dapur Segera Mengurus Sertifikasi BGN juga mendorong seluruh mitra dapur untuk segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat guna mengurus sertifikasi SLHS. Langkah ini dinilai penting agar seluruh dapur MBG dapat beroperasi secara legal dan memenuhi standar keamanan pangan. Selain itu, percepatan sertifikasi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan program MBG di seluruh wilayah Indonesia. Melalui pengawasan ketat serta penerapan standar higiene sanitasi yang konsisten, BGN berharap seluruh SPPG mampu menyediakan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat. Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Dengan dukungan dapur yang memenuhi standar sanitasi, program ini diharapkan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.









